|
Sebuah Opini By Sulfianto Alias Wood Chipper untuk pengolahan Kayu Bulat Food Estate di PT Global Papua Abadi (PT GPA). Sumber : Istimewa Proyek ambisius Food Estate (FE) Presiden RI ke 7 Joko Widodo yang dilanjutkan Presiden RI Prabowo Subianto telah meluluhlantahkan hutan alam di Kabupaten Merauke. Berdasarkan Data Atlas Nusantara, Proyek Strategis Nasional (PSN) Food Estate telah menghilangkan hutan alam primer papua seluar 25.300 hektar dalam 2 tahun terakhir (Nusantara Atlas). Ada deforestasi tentu ada kayu bulat. Tulisan ini mengupas tentang aliran kayu bulat di lahan FE Merauke khususnya pada proyek yang dikerjakan oleh swasta yaitu PT Global Papua Abadi (PT GPA) dan PT Murni Nusantara Mandiri (PT MNM). Berdasarkan Data PHL Kementerian Kehutanan (phl.menlhk.go.id) terdapat trend peningkatan produksi kayu bulat secara signifikan di Provinsi Papua Selatan sepanjang Tahun 2023-2025. Produksi kayu bulat dirincikan pada gambar di bawah ini. Data Produksi Kayu Bulat Provinsi Papua Selatan 2023-2025. (Data Diolah dari phl.menlhk.go.id) Data di atas menunjukkan bahwa nilai produksi kayu bulat sepanjang Tahun 2025 naik 387 % dari produksi kayu bulat Tahun 2023. Kabupaten Merauke menempati posisi teratas produksi kayu bulat sejak Tahun 2023 hingga Tahun 2025. Secara kumulatif Tahun 2025 Kabupaten Merauke mencatatkan angka produksi kayu bulat sebesar 257.400 m3. Sumber produksi kayu sebanyak ini didominasi oleh pemegang HGU dan PKKNK/IPK. Berpedoman pada data SIPNBP, terdapat empat pemegang PKKNK/IPK di Provinsi Papua Selatan yaitu PT Global Papua Abadi (PT GPA), PT Murni Nusantara Mandiri (PT MNM), PT Bukit Berlian Papua dan PT Pertiwi Agro Mandiri sedangkan pemegang pemanfaatan kayu melalui skema HGU adalah PT GPA dan KSU Iska Bekai. Berdasarkan kelompok jenis maka kayu jenis rimba campuran dan jambu jambuan merupakan jenis kayu yang terbanyak dipanen (masing masing sebesar 100.554 m3 dan 42.225 m3). Tidak tercatat jenis kayu merbau hasil produksi Tahun 2023-2025 di Provinsi Papua Selatan. Namun pengecekan lapangan diperlukan untuk memastikan apakah kayu merbau sama sekali tidak dipanen oleh pelaksana proyek PSN. PT GPA dan PT MNM teridentifikasi menggunakan kontraktor untuk urusan land clearing, pengumpulan dan pengangkutan kayu. Kontraktor yang memainkan peran ini adalah PT Roswel Karya Abadi (PT RKA). PT RKA tercatat pernah menjadi kontraktor juga di Lokasi izin Inti Kebun Sawit di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Data (Milik Keluarga Fangiono juga). Untuk Pengangkutan kayu ini ada dua model, pertama pengangkutan kayu bulat sedang-besar menggunaakan truk logging dan pengangkutan kayu kecil menggunakan truk pengangkut biasa. Pada perusahaan PT MNM, baik kayu bulat besar maupun kayu kecil diangkut lalu dikumpulkan pada tempat tertentu (tempat penampungan kayu). Pada tempat tersebut terindikasi ada aktifitas penggergajian kayu olahan. Tumpukan kayu hasil deforestasi Food Estate PT Murni Nusantara Mandiri (Google Earth, 2026). Terindikasi kayu bulat digergaji menjadi kayu olahan di lokasi tersebut (Kotak merah) Pola yang sama (ada lokasi tertentu yang menjadi tempat penampungna kayu) juga terjadi di perusahaan PT GPA. Menariknya di lokasi PT GPA ditemukan dua jenis alat berat wood chipper merek Beast Bandit 2680 T warna hijau dan Vermeer HG6800TX berwarna kuning. Wood chipper ini sudah digunakan pada pertengahan tahun 2025. Kayu bulat langsung diolah menjadi woodchips di lokasi tersebut. Sejauh ini belum teridentifikasi pengangkutan woodchips (Perlu dilakukan studi lapangan). Biasanya woodchips akan masuk ke industri untuk diolah lagi menjadi woodpellet yang biasa digunakan untuk cofiring Melalui pemantauan citra satelit, kayu bulat yang ditumpuk memanjang di sisi selatan area PT GPA nampak terbakar. Pola areal bekas terbakar tampak begitu rapi seperti dilakukan secara sengaja dan tampak areal yang terbakar hanya pada area tumpukan kayu bulat. Salah satu potret di wilayah Food Estate (FE) PT Global Papua Abadi. Tampak adanya areal bekasr terbakar di lokasi yang terjadi sekitar bulan Oktober 2025 (Google Earth 2025) Tulisan ini hanyalah sebuah opini yang disusun berdasarkan desk riset, kunjungan lapangan diperlukan untuk melakukan verifikasi agar diperoleh data primer yang lebih akurat untuk mendukung fakta.
0 Comments
|
Archives
March 2026
|
RSS Feed