Panah Papua
  • Beranda
  • Tentang
  • Berita
  • Publikasi
  • Donasi Koin

Pembakar Lahan Food Estate Merauke dan Nasib Kayu Hasil Deforestasi

31/1/2026

0 Comments

 
Sebuah Opini
By Sulfianto Alias
Picture
Wood Chipper untuk pengolahan Kayu Bulat Food Estate di PT Global Papua Abadi (PT GPA). Sumber : Istimewa
Proyek ambisius Food Estate (FE) Presiden RI ke 7 Joko Widodo yang dilanjutkan Presiden RI Prabowo Subianto telah meluluhlantahkan hutan alam di Kabupaten Merauke. Berdasarkan Data Atlas Nusantara, Proyek Strategis Nasional (PSN) Food Estate telah menghilangkan hutan alam primer papua seluar 25.300 hektar dalam 2 tahun terakhir (Nusantara Atlas). Ada deforestasi tentu ada kayu bulat. Tulisan ini mengupas tentang aliran kayu bulat di lahan FE Merauke khususnya pada proyek yang dikerjakan oleh swasta yaitu PT Global Papua Abadi (PT GPA) dan PT Murni Nusantara Mandiri (PT MNM).
Berdasarkan Data PHL Kementerian Kehutanan (phl.menlhk.go.id) terdapat trend peningkatan produksi kayu bulat secara signifikan di Provinsi Papua Selatan sepanjang Tahun 2023-2025. Produksi kayu bulat dirincikan pada gambar di bawah ini.
Picture
Data Produksi Kayu Bulat Provinsi Papua Selatan 2023-2025. (Data Diolah dari phl.menlhk.go.id)

Data di atas menunjukkan bahwa nilai produksi kayu bulat sepanjang Tahun 2025 naik 387 % dari produksi kayu bulat Tahun 2023. Kabupaten Merauke menempati posisi teratas produksi kayu bulat sejak Tahun 2023 hingga Tahun 2025. Secara kumulatif Tahun 2025 Kabupaten Merauke mencatatkan angka produksi kayu bulat sebesar 257.400 m3.  Sumber produksi kayu sebanyak ini didominasi oleh pemegang HGU dan PKKNK/IPK. Berpedoman pada data SIPNBP, terdapat empat pemegang PKKNK/IPK di Provinsi Papua Selatan yaitu PT Global Papua Abadi (PT GPA), PT Murni Nusantara Mandiri (PT MNM), PT Bukit Berlian Papua dan PT Pertiwi Agro Mandiri sedangkan pemegang pemanfaatan kayu melalui skema HGU adalah PT GPA dan KSU Iska Bekai. 
Berdasarkan kelompok jenis maka kayu jenis rimba campuran dan jambu jambuan merupakan jenis kayu yang terbanyak dipanen (masing masing sebesar 100.554 m3 dan 42.225 m3). Tidak tercatat jenis kayu merbau hasil produksi Tahun 2023-2025 di Provinsi Papua Selatan. Namun pengecekan lapangan diperlukan untuk memastikan apakah kayu merbau sama sekali tidak dipanen oleh pelaksana proyek PSN.
PT GPA dan PT MNM teridentifikasi menggunakan kontraktor untuk urusan land clearing, pengumpulan dan pengangkutan kayu. Kontraktor yang memainkan peran ini adalah PT Roswel Karya Abadi (PT RKA). PT RKA tercatat pernah menjadi kontraktor juga di Lokasi izin Inti Kebun Sawit di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Data (Milik Keluarga Fangiono juga). Untuk Pengangkutan kayu ini ada dua model, pertama pengangkutan kayu bulat sedang-besar menggunaakan truk logging dan pengangkutan kayu kecil menggunakan truk pengangkut biasa. Pada perusahaan PT MNM, baik kayu bulat besar maupun kayu kecil diangkut lalu dikumpulkan pada tempat tertentu (tempat penampungan kayu). Pada tempat tersebut terindikasi ada aktifitas penggergajian kayu olahan.
Picture
Tumpukan kayu hasil deforestasi Food Estate PT Murni Nusantara Mandiri (Google Earth, 2026). Terindikasi kayu bulat digergaji menjadi kayu olahan di lokasi tersebut (Kotak merah)
Pola yang sama (ada lokasi tertentu yang menjadi tempat penampungna kayu) juga terjadi di perusahaan PT GPA. Menariknya di lokasi PT GPA ditemukan dua jenis alat berat wood chipper merek Beast Bandit 2680 T warna hijau dan Vermeer HG6800TX berwarna kuning. Wood chipper ini sudah digunakan pada pertengahan tahun 2025. Kayu bulat langsung diolah menjadi woodchips di lokasi tersebut. Sejauh ini belum teridentifikasi pengangkutan woodchips (Perlu dilakukan studi lapangan). Biasanya woodchips akan masuk ke industri untuk diolah lagi menjadi woodpellet yang biasa digunakan untuk cofiring
Melalui pemantauan citra satelit, kayu bulat yang ditumpuk  memanjang di sisi selatan area PT GPA nampak terbakar. Pola areal bekas terbakar tampak begitu rapi seperti dilakukan secara sengaja dan tampak areal yang terbakar hanya pada area tumpukan kayu bulat. 
Picture
Salah satu potret di wilayah Food Estate (FE) PT Global Papua Abadi. Tampak adanya areal bekasr terbakar di lokasi yang terjadi sekitar bulan Oktober 2025 (Google Earth 2025)
Tulisan ini hanyalah sebuah opini yang disusun berdasarkan desk riset, kunjungan lapangan diperlukan untuk melakukan verifikasi agar diperoleh data primer yang lebih akurat untuk mendukung fakta.
0 Comments



Leave a Reply.

    Archives

    March 2026
    January 2026
    December 2025
    October 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    February 2025
    January 2025
    November 2024
    August 2024
    June 2024
    April 2024
    November 2023
    August 2023
    July 2023
    April 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    November 2022
    July 2022
    June 2022
    April 2022
    March 2022
    January 2022
    November 2021
    September 2021
    August 2021
    June 2021
    May 2021
    April 2021
    March 2021
    February 2021
    January 2021
    December 2020
    September 2020
    June 2020
    May 2020
    April 2020
    March 2020
    February 2020
    January 2020
    December 2019
    September 2019
    June 2019
    March 2019
    January 2019
    November 2018
    July 2018
    March 2018
    February 2018
    December 2017

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Beranda
  • Tentang
  • Berita
  • Publikasi
  • Donasi Koin