Panah Papua
  • Beranda
  • Tentang
  • Berita
  • Publikasi
  • Donasi Koin

Cara Komunitas Marga Ateta Merawat Alam. Ekspansi Jambu Mete Agoda-Bintuni Untuk Masa Depan

4/8/2026

0 Comments

 
Picture
Panen Jambu Mete Oleh Ketua Marga Ateta, Benidictus Ateta di Kampung Padang Agoda, Suku Sumuri
Pohon jambu mete di kampung Agoda tampak rimbun dengan buah bergelantungan. Awal agustus adalah masa memasuki musim panen Jambu dengan nama ilmiah Anacardium occidentale. Di kabupaten Teluk Bintuni, pohon jambu mete tumbuh subur di dataran sumuri dan bomberay. Dulu ada program penanaman dari Dinas Pertanian Kabupaten Teluk Bintuni, mereka kasih kita bibit jambu mete ini lalu kita tanam ujar Benediktus Ateta selaku ketua marga Ateta. Sekarang umur pohon tertua dari jambu mete di Kampung Agoda sekitar 10-15 tahun. Perkumpulan Panah Papua telah melakukan pendataan, terdapat 71 pohon jambu mete yang berada di sekitar pemukiman kampung Agoda dengan tingkatan pertumbuhan pohon bervariasi.

PictureHasil Panen Jambu Mete dari Padang Agoda, Teluk Bintuni
Pada musim panen kali ini buah nampak rimbun, buah akan dipanen lalu dikelola oleh anggota marga Ateta untuk disemaikan agar terjadi perluasan hutan dengan penanaman jambu mete di sekitar wilayah adat marga Ateta. Memang untuk pasar, masyarakat belum mencoba, namun peluang ekonomi komoditas ini cukup besar. Tidak usah jauh, jika penjualan dalam skala lokal, misal untuk keperluan di Teluk Bintuni saja sudah menjanjikan. Kita tahu bahwa jambu mete ini banyak digunakan untuk bahan baku kue, apalagi kalau menjelang natal dan tahun baru, pasti permintaan tinggi tutur Sul selaku Ketua Perkumpulan Panah Papu
Sejak persemaian hingga panen idealnya butuh 4-5 tahun agar mendapatkan hasil panen yang maksimal. Kualitas bibit juga perlu dipertimbangkan. Panah Papua mencoba mengunjungi Pulau Buton dan Pulau Muna untuk mencari plasma nutfah terbaik bagi masyarakat adat marga Ateta. Biji yang berasal dari kedua pulau ini terbaik di Indonesia dan kualitas tidak diragukan. Sekarang bibit telah berumur 2 bulan dan sedang dirawat oleh Pak Beni keluarga dari marga Ateta.

Picture
Upaya Pembibitan Jambut Mete Oleh Lembaga Pengelola Hutan Adat Marga Ateta
 keluarga besar marga Ateta punya komitmen kuat untuk menjaga hutan yang tersisa. Belajar dari masa lalu ketika pendekatan ekstraktif perkebunan sawit masuk, mereka hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Hadirnya investasi perkebunan sawit di tanah adat Ateta ditolak dengan keras oleh Ketua marga dan keluarga. Mereka trauma dan merasa dirugikan akibat perkebunan ini. Oleh karena itu hutan tersisa yang ada di wilayah adat akan tetap dijaga dan dilindungi. Sebab hutan itu sumber kehidupan mereka. Semoga 5 tahun lagi kita bisa melihat hasil dari upaya mereka untuk perluasan hutan adat melalui budidaya jambu mete. Panah Papua sebagai fasilitator juga berkomitmen tetap menjadi pendamping komunitas untuk pengembangan komoditas tersebut.

0 Comments

    Archives

    August 2026
    May 2026
    March 2026
    January 2026
    December 2025
    October 2025
    June 2025
    May 2025
    April 2025
    February 2025
    January 2025
    November 2024
    August 2024
    June 2024
    April 2024
    November 2023
    August 2023
    July 2023
    April 2023
    March 2023
    February 2023
    January 2023
    November 2022
    July 2022
    June 2022
    April 2022
    March 2022
    January 2022
    November 2021
    September 2021
    August 2021
    June 2021
    May 2021
    April 2021
    March 2021
    February 2021
    January 2021
    December 2020
    September 2020
    June 2020
    May 2020
    April 2020
    March 2020
    February 2020
    January 2020
    December 2019
    September 2019
    June 2019
    March 2019
    January 2019
    November 2018
    July 2018
    March 2018
    February 2018
    December 2017

    RSS Feed

Site powered by Weebly. Managed by Rumahweb Indonesia
  • Beranda
  • Tentang
  • Berita
  • Publikasi
  • Donasi Koin